Wednesday, August 9, 2017

Punya Peluang Lolos Semifinal, Tim Voli Indonesia Hadapi Iran di Kejuaraan Voli Asia 2017

GRESIK - Timnas Voli Putra Indonesia dijadwalkan menghadapi Iran pada lanjutan babak delapan besar Kejuaran Senior Voli Putra Asia ke-19 di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (30/7/2017) petang.

Agung Seganti dan kawan-kawan yang kini berada di posisi juru kunci Pul E, harus menghadapi Iran karena menjadi juara klasemen pul E setelah sebelumnya menang atas Australia 3-1 (25-11, 25-19, 22-25, 25-17).

Pelatih Tim Voli Indonesia, Samsul Jais di Gresik, Sabtu mengatakan Iran merupakan tim kelas dunia. Pasalnya,mereka memiliki jam terbang tinggi serta postur yang di atas rata-rata pemain Indonesia.

“Iran sebelumnya juga menjadi juara voli tingkat dunia, sehingga kami akan menampilkan tim terbaik, sekaligus sebagai ajang tim utama kami untuk menghadapi SEA Games nanti,”ujar Samsul mengutip dari Antara, Minggu (30/7/2017).

Indonesia masih memiliki peluang lolos dan maju ke semifinal apabila menang melawan Iran. Namun, apabila kalah, Timnas Merah Putih akan bertanding kembali untuk merebut posisi lima dan delapan pada Kejuaran Senior Voli Putra Asia ke-19.

Sementara itu, juara Pul E, Korea Selatan akan menghadapi peringkat keempat Pul F, Tiongkok. Korea Selatan pada laga terakhirnya di Pooll E menundukkan Kazakhstan 3-1 (25-18, 23-25, 25-23, 25-13).
Laga tersebut bakal berlangsung pada Minggu 30 Juli 2017 pukul 14.00-21.30 WIB. Kejuaraan tersebut dapat disaksikan di Inews TV.

Tuesday, August 8, 2017

Dipandang Negatif, Ini Komentar Tim Haas Mengenai Halo Teknologi

PARIS – Tim Formula One (F1) asal Amerika Serikat, Haas, memberikan komentarnya mengenai penggunaan sistem perlindungan kokpit, Halo teknologi yang akan segera diterapkan dalam balapan musim 2018. Meski demikian, masih terdapat pro kontra dalam tim mengenai regulasi baru tersebut.
Tidak hanya penggemar, tak sedikit tim juga mengkritik bentuk dan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan Halo. Bentuk Halo dinilai merusak estetika pada mobil dan menghilangkan DNA F1. Oleh sebab itu banyak tim meminta FIA untuk meningkatkan fitur keselamatkan kokpit untuk diterapkan di masa depan.
Halo dinilai sangat berbahaya bagi para pembalap setelah melihat kecelakaan mengerikan yang dialami pembalap McLaren, Fernando Alonso saat mengaspal di Sirkuit Albert Park, Australia pada musim 2016. Saat itu mobil pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut harus terpelanting dan menabrak dinding pembatas hingga terbalik.
Para ahli menilai jika saat itu Alonso memakai Halo, dijamin pembalap berusia 35 tahun tersebut dapat meregang nyawa karena tidak dapat keluar dari kokpit dengan cepat.
Meski mendapatkan banyak pertentangan, namun beberapa pembalap lainnya mengaku sangat senang dengan hadirnya Halo teknologi yang terpasang pada mobil F1 mereka di musim 2018. Salah satunya dengan pembalap Haas, Kevin Magnussen, yang menilai Halo tidak memperburuk tampilan mobilnya.
“Jika dinilai terlihat buruk, itu hanyalah sebuah omong kosong,” terang Magnussen, sebagaimana diberitakan Sportsmole, Minggu (30/7/2017).
Namun rekan setim Magnussen, Romain Grosjean, memiliki pendapat yang berbeda dengan Magnussen. Ia mengaku sangat menentang akan konsep Halo di musim 2018. Pasalnya ia mengaku berjuang keras untuk melihat lintasan saat menggunakan Halo.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh bos Haas, Gunther Steiner. “ Kami harus meletakan sistem Halo pada simulator kami agar para pembalap menjadi terbiasa. Kami perlu mencari solusinya karena Halo akan segera diterapkan di musim depan.

Monday, August 7, 2017

Jelang Tampil di Kejuaraan Dunia Taikai, Anak Bupati Lahat Aswari Riva'i Jalani Latihan Resmi Terakhir di California

CALIFORNIA - Nayla dan Naurah, anak Bupati Lahat Aswari Riva'i membawa nama Indonesia untuk tampil di kejuaraan kempo tingkat dunia. Mereka akan tampil di Piala Dunia Shorinji Kempo World Taikai Sanmateo di California, Amerika Serikat.
Turnamen itu mulai berlangsung dari 27 Juli hinggga 4 Agustus 2017. Nayla dan Naurah sendiri terus melakukan latihan sebelum bertanding, Senin 31 Juli 2017.
Menurut Nayla, ada beberapa gerakan yang lebih ditekankan yakni gerakan kuncian dan lepasan. "Seperti kemarin gerakan kunciannya ada yang membanting diganti jadi cuma dilepaskan saja gitu pakai tekniknya," ujar kakak dari Naurah ini.
Sementara itu, orang tua Nayla dan Naurah, Aswari Riva'i mengatakan di laga Kempo World Taikai besok, Nayla dan Naurah akan bertanding melawan 19 pasangan dari Eropa, Amerika dan Jepang. Tidak lupa Aswari Riva'i juga meminta doa untuk kemenangan kedua anaknya yang mewakili Indonesia.
"Hari ini latihan resmi. Besok Senin 31 Juli 2017 pertandingan melawan 19 pasang dari Eropa, Amerika dan Jepang. Mohon doanya," harap Aswari Riva'i yang akrab disapa warga Sumatera Selatan Kak Wari ini.

Sunday, August 6, 2017

Gagal Start di Posisi 10 Besar, Ocon Optimis Hadapi GP Hungaria

BUDAPEST – Meski kalah bersaing untuk menempati posisi 10 besar dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Hungaroring, pembalap Force India, Esteban Ocon, mengaku sangat optimis meraih hasil memuaskan di Formula One (F1) musim 2017.
Ocon akan memulai balapan yang digelar pada Minggu (30/7/2017) dengan start di posisi ke-11. Ia berhasil mengalahkan rekan setimnya, Sergio Perez yang hanya memulai dari posisi 14. Namun karena hukuman yang diterima pembalap Toro Rosso, Daniil Kvyat, Perez akhirnya sukses naik satu tingkat dan mengamankan posisi 13.
Sejauh musim 2017 pembalap berkebangsaan Prancis tersebut telah mencetak sembilan poin untuk Force India dengan menggunakan mobil VJM10. Meski demikian Ocon mengaku kurang puas dengan hasil yang berhasil diperolehnya, pasalnya ia mengharapkan kecepatan yang lebih baik.
“Kami berharap untuk menjadi lebih cepat hari ini, tapi ini bukanlah lintasan terkuat yang kami miliki dan kami telah kehilangan langkah untuk mencapai sepuluh besar. Saya masih memiliki perasaan senang dengan mobil semoga kecepatan balapan kami akan lebih kompetitif,” terang Ocon, menyadur dari TheCheckeredflag, Minggu (30/7/2017).
“Sepertinya saya akan mendapatkan tempat karena hukuman penalty yang didapatkan Nico Hulkenberg. Saya masih percaya untuk menyelesaikan poin yang kuat dan mampu mencapai apa yang kami harapkan dalam balapan hari ini,” tandasnya.

Saturday, August 5, 2017

Tampil Menakjubkan di Sirkuit Hungaroring, Hulkenberg: Saya Pembalap yang Wajib Diperhitungkan di F1

BUDAPEST – Pembalap Renault, Nico Hulkenberg, menegaskan dirinya sebagai salah satu pembalap yang harus dipertimbangkan dalam Formula One (F1). Pasalnya pembalap Jerman ini sukses menempati posisi ketujuh saat memulai kualifikasi di Grand Prix (GP), Hungaria menggunakan mobil Renaultnya.
Sayangnya Hulkenberg harus mendapatkan penalty dengan turun lima posisi yang menyebabkannya menghuni posisi ke-12 setelah mengganti gearboxnya. Alhasil ia harus memulai balapan di belakang rekan setimnya, Jolyon Palmer. Meski harus rela mendapatkan hukuman, namun ia mengaku optimis untuk meraih hasil yang lebih baik pada balapan berikutnya.
“Saya sangat senang dengan performa mobil hari ini, sebenarnya sudah sangat bagus sepanjang akhir pekan. Kami telah menemukan keseimbangan yang sangat baik dan memanfaatkan hal ini di babak kualifikasi,” ucap Hulkenberg, sebagaimana diberitakan TheCheckeredFlag, Minggu (30/7/2017).
Hulkenberg telah tampil konsisten sepanjang musim 2017. Ia selalu mencetak poin untuk Renault sampai saat ini. Oleh sebab itu ia mengaku ingin melanjutkan tren positifnya pada balapan hari ini sebelum memulai liburan musim panas.
“Tentu saja, hukuman gearbox sangat jauh dari kata ideal. Namun hal tersebut memang terkadang suka terjadi. Tidak ada pilihan lain selain mengubahnya. Namun, masa depan jangka panjang terlihat cukup menjanjikan usai sesi kualifikasi kemarin,” cetus pembalap berusia 29 tahun itu.
“Terdapat potensi yang bagus untuk mendapatkan balapan yang sempurna. Kami memiliki mobil yang kuat sehingga kami harus pulih dengan baik,” imbuhnya.

Friday, August 4, 2017

Start di Posisi Ke-13 GP Hungaria, Perez: Ini Merupakan Kualifikasi Tersulit Saya di Musim 2017

Pembalap Force India, Sergio Perez, mengaku memiliki sesi kualifikasi paling sulit sepanjang musim 2017. Pasalnya pembalap berkebangsaan Meksiko ini hanya mampu menempati posisi ke-13 dalam kualifikasi di Sirkuit Hungaroring.
Baik Perez maupun rekan setimnya, Esteban Ocon, telah mengalami akhir pekan yang sulit bersama Force India. Mereka mengalami beberapa masalah dan kerusakan pada bagian depan mobil yang menyebabkan mobilnya tidak dapat melaju dengan mulus di atas lintasan.
“Ini merupakan sesi kualifikasi yang paling sulit bagi saya musim ini. Saya belum merasakan kenyamanan pada bagian depan mobil. Kami membuat banyak perubahan kemarin, bahkan di antara latihan ketiga dan kualifikasi kami belum mampu menyelesaikan masalah,” terang Perez, sebagaimana diberitakan TheCheckeredFlag, Minggu (30/7/2017).
“Pada Q2, lap pertama saya cukup buruk dan itu telah melemparkan poin referensi saya untuk usaha kedua. Pada akhirnya saya tidak bisa mengumpulkan lap yang cukup bagus dan kami tidak memaksimalkan potensi kami,” lanjutnya.
Perez berharap untuk membuat awal yang kuat dan dapat menyumbangkan poin pada balapan yang akan digelar pada Minggu (30/7/2017).
“Kami memulai di posisi ke-13 berkat hukuman yang diterima Daniel Kvyat. Itu sangatlah tidak ideal, pasalnya terdapat lintasan dimana kami benar-benar mengalami kesulitan ketika menyalip. Saya harap besok kami bisa menjadi sangat kuat. Pilihan strategi sangat terbatas, tapi jika kami semua bisa memulai dengan baik, maka kami bisa memperjuangkan poin,” tuntasnya.

Thursday, August 3, 2017

SADIS! Jelang Bentrok dengan Mayweather, Conor McGregor Hancurkan Lawan Latih Tandingnya

LAS VEGAS – Kurang dari sebulan lagi mega-fight antara Conor McGregor vs Floyd Mayweather akan digelar. Jelang laga yang digadang-gadang sebagai pertarungan abad ini tersebut, McGregor pun serius mempersiapkan diri. Well, bahkan mungkin terlalu serius!
Di akun Instagram pribadinya, @thenotoriousmma, McGregor mengunggah fotonya tengah berlatih tanding. Juara UFC kelas ringan berusia 29 tahun itu pun dengan enteng menuliskan caption; “Berlatih tanding hari ini. Hanya sebuah hari lain bagi saya.”
Well, memang sih ini cuma latih tanding. Namun, McGregor tampaknya amat serius menjalaninya. Terlihat McGregor benar-benar ‘menghabisi’ sang lawan yang tampak tak berdaya diberondong pukulan. Bahkan, wasit tinju Joe Cortez yang memimpin laga latih tanding ini terlihat sampai harus berupaya mengintervensi alias menghentikan McGregor.
Uniknya, McGregor memukuli sang lawan yang sudah terjatuh secara membabi buta. Yup, sangat khas MMA! Namun, hal ini tentunya bakal dianggap ilegal alias tidak diperbolehkan di laga sebenarnya kontra Mayweather nanti. Seperti diketahui, hal semacam ini memang dilarang di boxing.
Laga akbar McGregor vs Mayweather nanti memang akan berformat tinju. Meski sang calon lawan merupakan petinju profesional, namun dengan segala persiapannya, bukan tidak mungkin McGregor bakal memenangi duel nanti.
Sebagai informasi, laga akbar yang diproyeksikan berlangsung 12 ronde tersebut bakal dihelat di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu 27 Agustus siang WIB.
Di arena MMA, McGregor dikenal sebagai petarung yang sangat agresif. McGregor sendiri memiliki lisensi untuk bertanding di cabang olahraga tinju, karena itu laga kontra Mayweather ini bisa terjadi.
Sementara ituMayweather merupakan juara dunia tinju di lima kelas berbeda. Dalam karier panjangnya, Mayweather tercatat telah tampil dalam 49 pertarungan tanpa pernah kalah!