Sunday, July 9, 2017

Dipandang Negatif, Ini Komentar Tim Haas Mengenai Halo Teknologi

PARIS – Tim Formula One (F1) asal Amerika Serikat, Haas, memberikan komentarnya mengenai penggunaan sistem perlindungan kokpit, Halo teknologi yang akan segera diterapkan dalam balapan musim 2018. Meski demikian, masih terdapat pro kontra dalam tim mengenai regulasi baru tersebut.
Tidak hanya penggemar, tak sedikit tim juga mengkritik bentuk dan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan Halo. Bentuk Halo dinilai merusak estetika pada mobil dan menghilangkan DNA F1. Oleh sebab itu banyak tim meminta FIA untuk meningkatkan fitur keselamatkan kokpit untuk diterapkan di masa depan.
Halo dinilai sangat berbahaya bagi para pembalap setelah melihat kecelakaan mengerikan yang dialami pembalap McLaren, Fernando Alonso saat mengaspal di Sirkuit Albert Park, Australia pada musim 2016. Saat itu mobil pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut harus terpelanting dan menabrak dinding pembatas hingga terbalik.
Para ahli menilai jika saat itu Alonso memakai Halo, dijamin pembalap berusia 35 tahun tersebut dapat meregang nyawa karena tidak dapat keluar dari kokpit dengan cepat.
Meski mendapatkan banyak pertentangan, namun beberapa pembalap lainnya mengaku sangat senang dengan hadirnya Halo teknologi yang terpasang pada mobil F1 mereka di musim 2018. Salah satunya dengan pembalap Haas, Kevin Magnussen, yang menilai Halo tidak memperburuk tampilan mobilnya.
“Jika dinilai terlihat buruk, itu hanyalah sebuah omong kosong,” terang Magnussen, sebagaimana diberitakan Sportsmole, Minggu (30/7/2017).
Namun rekan setim Magnussen, Romain Grosjean, memiliki pendapat yang berbeda dengan Magnussen. Ia mengaku sangat menentang akan konsep Halo di musim 2018. Pasalnya ia mengaku berjuang keras untuk melihat lintasan saat menggunakan Halo.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh bos Haas, Gunther Steiner. “ Kami harus meletakan sistem Halo pada simulator kami agar para pembalap menjadi terbiasa. Kami perlu mencari solusinya karena Halo akan segera diterapkan di musim depan.

No comments:

Post a Comment